Gfz7BSAoTpA5GSW5BSO8Gfr0GY==

Cari Blog Ini

Label

Tanzania mengundang negara-negara Nordik untuk berinvestasi di sektor kesehatan

Tanzania mengundang negara-negara Nordik untuk berinvestasi di sektor kesehatan

Daftar Isi
×
Gambar terkait Tanzania invites Nordic countries to invest in health sector (dari Bing)

Stockholm. Pemerintah Tanzania telah mengundang negara-negara Nordik untuk berinvestasi di sektor kesehatan negara tersebut, terutama dalam penelitian, teknologi, dan produksi obat-obatan serta peralatan medis secara lokal.

Panggilan tersebut dibuat oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dr Florence Samizi, selama sebuah presentasi pada pembukaan Konferensi Kesehatan Nordic-Afrika yang diadakan pada 22 Januari 2026, di Stockholm, Swedia.

Dr Samizi mengatakan Tanzania siap memperkuat kerja sama dengan negara-negara Nordik melalui pertukaran pengetahuan, penerapan teknologi modern, dan investasi dalam manufaktur peralatan farmasi dan medis untuk meningkatkan penyampaian layanan kesehatan.

Ia mencatat bahwa konferensi tersebut berfokus pada kesehatan ibu dan anak serta perjuangan melawan penyakit tidak menular (NCDs), yang tetap menjadi prioritas kesehatan utama di Tanzania.

Delegasi Tanzania dalam pertemuan ini dipimpin oleh Dr Samizi dan mencakup Duta Besar Tanzania untuk Swedia, Tuan Mobhare Matinyi, serta ahli kesehatan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Kesehatan Zanzibar, dan Universitas Kesehatan dan Ilmu Keterkaitan Muhimbili (MUHAS).

Di antara para ahli adalah Wakil Direktur untuk Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Ibu, Dr Mzee Nassoro; Wakil Direktur untuk Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Mental, Dr Omary Ubuguyu; Direktur Layanan Preventif dan Pendidikan Kesehatan dari Zanzibar, Dr Salim Slim; dan Dosen Senior MUHAS, Dr Amani Idris Kikula.

Menggarisbawahi kemajuan Tanzania di sektor kesehatan, Dr Samizi mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Samia Suluhu Hassan, pemerintah telah melakukan investasi signifikan dalam infrastruktur kesehatan dan pembelian peralatan medis modern di semua tingkat layanan kesehatan.

Ia mengatakan bahwa antara tahun 2015 dan 2022, Tanzania mengurangi rasio kematian ibu dari 556 menjadi 104 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Selama periode yang sama, kematian anak di bawah lima tahun menurun dari 67 menjadi 43 kematian per 1.000 kelahiran hidup, sementara kematian neonatal turun dari 25 menjadi 24 per 1.000 kelahiran hidup.

Perwakilan dari Swedia dan Denmark menyatakan siapnya negara-negara mereka untuk bekerja sama dengan negara-negara Afrika, termasuk Tanzania, sesuai dengan prioritas kebijakan yang telah disepakati.

Konferensi ini diselenggarakan melalui kemitraan antara jaringan perwira perempuan Afrika di negara-negara Nordik dan beberapa organisasi kesehatan internasional, termasuk Maternity Foundation, Dalberg Media, Danish Alliance for Global Health, Fasilitas Pembiayaan Global, World Diabetes Foundation, Ferring Pharmaceuticals, dan Laerdal Global Health.

Beberapa pemimpin pemerintah tingkat senior dari negara-negara Nordik menghadiri pertemuan tersebut, termasuk Menteri Kesehatan dan Urusan Sosial Swedia, Tn Jakob Forssmed; Menteri Kesetaraan Gender, Ny Nina Larsson; Wakil Menteri Kesehatan dan Urusan Sosial, Ny Petra Noreback; serta Sekretaris Negara Denmark untuk Kebijakan Pembangunan, Ny Elsebeth Søndergaard Krone. Pejabat tinggi dari Norwegia dan Finlandia, serta perwakilan organisasi internasional juga turut serta.

Dari Afrika, acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Zimbabwe, Dr Douglas Mombeshora, bersama dengan pemimpin sektor kesehatan dari Nigeria, Liberia, Rwanda, dan Kenya. Hadir juga adalah Direktur Eksekutif Amref Health Africa, Dr Githinji Gitahi, serta Direktur Jenderal Komunitas Kesehatan Afrika Timur, Tengah, dan Selatan (ECSA-HC), Dr Ntuli Kapologwe.

Di sisi konferensi, acara lain yang diselenggarakan di bawah inisiatif Goalkeepers yang didukung oleh Yayasan Gates mengumpulkan Menteri Luar Negeri Denmark, Tuan Lars Løkke Rasmussen, dan filantropis Bill Gates.

Berkata tentang peran sektor swasta, Tuan Gates mengatakan lembaga swasta terus memainkan peran kritis dalam memperkuat sistem kesehatan global, khususnya dalam mengurangi kematian ibu dan anak serta mempercepat kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Disediakan oleh SyndiGate Media Inc. ( Syndigate.info ).

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads